Hai kawan… apakah kalian pernah menyaksikan atau menonton video di channel YouTube? Aku yakin sebagian besar, bahkan semua akan menjawab dalam hati sakalipun, “Yaahh! Tentu saja.” Entah itu video musik, video lucu, atau bahkan pertandingan online sekalipun. Pernahkah terbersit di pikiran kalian, bagaimana video itu bisa muncul di YouTube? Baik, jika pertanyaan itu pernah hinggap di pikiran kalian, maka fix, kita memiliki rasa ingin tahu yang sama. Karena hal itulah yang akan kuceritakan di sini. Cerita bagaimana rasa ingin tahuku mulai diikuti dengan membuatku punya hobi baru sampai menciptakan impian yang ingin aku raih di kemudian hari.
Jadi, istilah untuk mereka yang berhasil menggugah berbagai jenis video di chanel YouTube, dapat disebut dengan konten kreator. Serta langkah yang harus dilakukan untuk menjadi mereka adalah pandai dan memiliki imajinasi tinggi dalam mengedit video, gambar maupun, musik. Saat ini impianku adalah menjadi seorang konten kreator sukses yang di masa depan, sehingga hobiku, bertambah lagi yaitu dalam mengedit video. Dapat aku katakana, sebenarnya saat ini aku sudah memulai untuk bisa menggapai impianku, dengan cara membangun channel YouTube milikku sendiri, namun tetap dalam pengawasan Ayah dan ibuku. Rasanya senang dapat memulai dan mengalami perasaan di setiap perubahan yang aku buat.
Ketertarikanku akan pengeditan video bermula pada saat terjadi wabah virus Covid-19 dahulu, di mana kita semua untuk pelajar, di minta untuk belajar daring dari rumah masing-masing dan biasanya mendapatkan tambahan ilmu pelajar dari beberapa situs pendidikan. Nahhh, selain dari situs pendidikan itu setelahnya aku bisa menonton video lainnya, salah satunya channel YouTube yang menjadi inspirasi saat itu @Riani2008-thetox, dan @Hali-editzasi-wibu di mana konten yang ditampilkan di sana adalah mengenai serial kartun, yang saat itu sedang naik daun, “Boboiboy”.
Menurutku saat itu video mereka cukup menarik dan hebatnya penggemar/subscriber, mereka cukup tinggi, saat itu terlintas di benakku, “Mestinya aku juga bisa membuat sesuatu seperti ini.” Aku ingin mencobanya. Untungnya, saat aku mengutaraakan keinginanku kepada orang tuaku, mereka memberi izin. Hoallaa, yesss!!! Karena menurut mereka sebenarnya aku ada bakat sejak uşia sebelum sekolah dalam membuat dan mengedit video, walaupun masih sangat sederhana, tapi triknya sudah memakai pilihan yang ada di HP saat itu.
Seiring berjalannya waktu, aku mulai mengetahui bahwa ide-ide yang muncul di layar YouTube itu dapat menghasilkan uang lohh! Awalnya tak percaya bagaimana mungkin? Tapi, sepertinya memang begitu jika memang memenuhi ketentuan yang disyaratkan oleh pihak YouTube. Dari sanalah hobiku dalam mengutak atik video yang aku rekam, Ayah atau ibuku mulai semakin giat. Kan siapa tau saja, kalau aku bisa menjadi professional aku bisa menghasilkan uang saku sendiri, hehehehehehe.
Aku yang saat ini masih duduk di bangku kelas VI, tentunya memiliki banyak keterbatasan dalam menekuni hobiku. Kenapa begitu? Karena sebenarnya aku belum punya HP sendiri, jadi aku menunggu moment saat Ayah atau ibuku sudah pulang kerja, supaya diizinkan untuk menggunakan HP mereka dalam mengedit video. Secara ruangan pun belum ada yang proper, alias mumpuni untuk digunakan. Jadi mau tidak mau aku sering berpindah tempat dan waktu. Kadang di ruang keluarga, kamar tidur, di teras, bahkan terkadang di dapur, wahahahaha. Jadi, geli sendiri kalau ingat bagaimana hari-hariku, jika sudah berkutat mengedit video. Selain alat dan ruang keterbatasan, yang aku rasakan adalah mood atau suasana hatiku yang sering berubah-ubah. Memangnya kenapa kalau punya mood swing? Pasti begitu, kan, pertanyaannya. Tentu saja itu menjadi penentu apakah aku bisa berkonsentrasi saat mengedit video, jadi puas dan senang setelah selesai. Seperti halnya bagi kawan-kawan yang punya hobi menyanyi, ada rasa lepas dahaga sehabis menyanyi.
Next, apa sih itu konten kreator? Apa yang sebenarnya mereka lakukan dan langkah-langkah seperti apa? Pertanyaan itu sering muncul bagi para pemula seperti aku. Tentunya tidak mudah untuk bisa menyebut diri kita itu konten kreator. Di sini aku coba membagikan, pengalamanku, saat mencoba membuat konten di YouTube—untuk tutorialnya kalian bisa cari di Google atau YouTube, soalnya nanti kelamaan.
Tahun 2021 sampai 2022, awalnya aku hanya menonton YouTube dan scroll short lalu aku mulai tertarik dengan video Boboiboy, akhirnya aku ikutan bikin konten seperti ini. Sebenarnya aku agak takut nanti kena hujatan karena videonya cringe, ehh ternyata banyak yang bilang bagus, viewers-nya ribuan dan like-nya ratusan. Finally, subscribe-ku naik cepat jadi 200. Masa-masa ini aku masih tidak pandai dalam mengedit video, tapi aku tidak menyerah! Lama-lama, minatku pada serial kartun Boboiboy jadi hilang dan aku tidak pernah membuat konten lagi selama 1 tahun. Di akhir tahun 2023, aku menyukai anime shounen berjudul Naruto dan Naruto Shippuden. Saat itu, aku iseng-iseng kembali mengupload video, kali ini tentang Naruto. Ajaib!! Subscribe-ku langsung naik jadi 300. Aku langsung senang sekali, dan berinisiatif untuk kembali menjadi konten kreator. Aku kembali mengedit, belajar membuat video lebih banyak lagi dan berniat 1.000 subscribe.
Masalahnya, di 500 subs-ku, kontennya mulai sepi dan… jadi jarang banget ramai, huhuhu. Kalian kira aku akan menyerah? Tentu tidaak! Aku masih membuat video lagi dan benar-benar memikirkan ide atau tema. Butuh waktu 3 minggu sampai kontenku ramai lagi, dan naik menjadi 600 subscribers. Saat-saat inilah aku punya banyak teman-teman virtu sesama konten kreator Naruto. Ada @Sanada family, yang menyemangatiku berulang kali ada @XnSarada-editz, yang juga selalu mampir ke channelku, ada @Shiennza yang menjadi salah satu Kakak virtualku. Mereka terus memberiku semangat, sampai terharu berat aku. Sampai sekarang mereka tetap teman-teman virtual terbaikku.
Sampai akhirnya subscribersku mencapai 1,45 rb. Aku sangat senang, gembira, dan memamerkannya ke seluruh keluarga besar uwu. Hihihi, kedengarann terlalu berlebihan, ya? Menurutku tidak juga (mendengus). Kesimpulannya adalah aku sangat bersyukur bisa mencapai 1.000 subscribers, teman-tean virtualku, terutama oleh keluargaku. Aku berharap aku bisa mencapai, 10.000, bahkan mungkin 100.000 subscribe agar bisa mendapat silver play button, dan menghasilkan uang saku sendiri, mwehehehehe.
Okey… terima kasih karena kalian mau membaca cerita pengalaman hobiku ini, jujur hanya hobi inilah yang paling berpengaruh bagiku. Semoga teman-teman pembaca merasa terhibur dan terinspirasi, yaa.