Halo perkenalkan nama saya Putu Cahya Aryamas Dara Ayu, saya bisa dipanggil Dara. Saat ini saya berusia 10 tahun dan sedang menjadi murid di SD Negeri 5 Pedungan. Saya mempunyai hobi menari. Sejak kecil saya melihat Ibu saya mengajar anak-anak untuk menari. Saya suka mendengar musik gamelan tari Bali karena sering melihat Ibu saya menari dan mengajar menari. Saya suka menari sejak kecil dikarenakan faktor turunan dari keluarga terutama Ibu saya sendiri. Sejak usia 4 tahun, kata Ibu saya sudah banyak menghafalkan berbagai macam tari Bali. Beliau berkata bahwa saya membuka dan menonton YouTube tentang berbagai macam tarian, dan saya langsung mempraktekkannya secara sendiri atau otodidak. Tarian yang saya hafalkan saat itu ada beberapa, contohnya seperti Tari Puspanjali, Kembang Girang, Margapati, Cendrawasih, dan tari pendet. Ibu saya pun terheran-heran melihat saya yang saat itu baru berusia 4 tahun sudah banyak menghafalkan tari Bali walaupun gerakan saya saat itu belumlah bagus dan masih belum benar, tetapi saya hafal gerakan, setiap ketukan dan musik (gamelan) dari tarian-tarian tersebut.
Melihat saya memiliki bakat di bidang seni khususnya seni tari, saat saya berusia 5 tahun Saya diajak untuk mengikuti lomba-lomba tari Bali. Orang tua saya mencari info berbagai macam lomba di media sosial. Pertama kali saya mengikuti lomba yaitu di sebuah hotel bernama Hotel Santika di daerah Kuta, Bali. Saya mengikuti lomba Tari Puspanjali serta sebelum mengikuti lomba saya sudah latihan menari di rumah yang langsung dilatih dan disaksikan oleh Ibu saya. Saat hari lomba pun tiba, saya merasa gugup dan grogi karena ini adalah pertama kalinya saya mengikuti ajang lomba. Peserta lomba cukup banyak dari berbagai macam kategori dan usia, serta tari yang pertama kali tampil adalah tari yang saya ikut dalam lomba tersebut yaitu Tari Puspanjali. Saya masuk di dalam kategori A dalam perlombaan Tari Puspanjali tersebut. Lomba berjalan dengan lancar, orang tua saya menonton dengan perasaan senang dan terlihat senyum serta bangga. Ketika tiba saatnya pengumuman juara, Saya tidak menyangka akan mendapatkan juara 1. Betapa senangnya perasaan saya saat itu mendapatkan piala lomba tari Bali dalam ajang perlombaan perdana saya.
Setelah pengalaman lomba pertama saya, masih banyak lagi lomba-lomba yang saya ikuti salah satu contohnya lomba yang saya ingat saat saya masih berusia 6 tahun. Saat itu saya masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK). Seperti biasanya orang tua saya selalu mencari informasi lomba-lomba di media sosial dan juga beberapa kenalannya. Karena masih berusia 6 tahun, jadi kategori lomba di usia tersebut ada di Tari Puspanjali. Lomba tersebut diadakan di gedung Dharma Negara Alaya yang terletak di Lumintang di tengah-tengah pusat Kota Denpasar.
Peserta lomba sangat banyak, tidak hanya peserta tadi saja, namun ada peserta dari lomba lain seperti menggambar, mewarnai, menyanyi, fashion show, dan lain-lain. Lomba pun berjalan dengan lancar dan sangat bersyukur karena saya kembali meraih juara satu lagi dalam lomba Tari Puspanjali tersebut. Seingat saya itu adalah lomba terakhir saya, karena sesaat setelah itu sedang merambak pandemi covid-19, jadi orang tua saya sibuk berjualan dan tidak sempat lagi untuk mengikuti dan mendampingi saya dalam mengikuti lomba.
Singkat cerita tibalah saatnya saya duduk di bangku SD dan pandemi semakin lama semakin membaik. Saya sudah jarang menari baik mengikuti pentas maupun lomba karena dampak dari pasca pandemi covid tersebut. Di kelas 1 pada semester 2, akhirnya saya bisa kembali bersekolah bertatap muka dengan teman-teman dan juga para guru. Selama 6 bulan sekolah, tak berasa akan tiba waktunya untuk perpisahan dan pelepasan kakak-kakak dari kelas VI. Dalam acara perpisahan kakak kelas tersebut, saya ditunjuk oleh guru wali kelas saya untuk mewakili kelas 1 dalam mengisi acara perpisahan tersebut.
Saya sangat senang dan bersemangat untuk tampil nanti di acara perpisahan kakak kelas tersebut. Setelah pembagian raport dan naik ke kelas 2, saya baru mulai bergabung di sanggar tari Gulita Santhi yang terletak di Banjar Ambengan, Desa Pedungan, Denpasar Selatan. Setelah menjalani pelatihan kurang lebih selama 1 tahun di sanggar tersebut, akan dilaksanakan ujian kenaikan tingkat. Dalam ujian tersebut saya mendapatkan kategori perlombaan Tari Pendet dan hasilnya saya memperoleh juara ke-2. Saat itu saya merasa sedikit kecewa karena mendapatkan juara kedua, namun ini hanya kompetisi. Jadi, saya harus lebih giat dan berlatih lagi dalam menari.
Di bangku kelas II, saya mendapatkan kesempatan lagi untuk mengisi acara perpisahan kakak kelas VI. Saya sangat senang karena diberikan kepercayaan kembali untuk memeriahkan acara tersebut. Saat kesempatan pada acara perpisahan tersebut, saya dipilih untuk menarikan salah satu tarian Bali yaitu Tari Margapati. Saya mementaskan Tari Margapati dengan baik dan berjalan lancar. Kembali pada lomba kenaikan tingkat di sanggar tari saya, saya mendapatkan materi ujian yaitu berkompetisi dalam Tari Condong. Dalam ujian tersebut saya mendapatkan juara harapan ke-2. Saya tidak bisa membohongi diri saya bahwa saya sangat kecewa. Saya merasa sudah mengeluarkan suruh tenaga dan kemampuan saya, namun tetap hanya bisa menghasilkan hanya sampai mendapat peringkat harapan ke-2 saja.
Beranjak ke kelas III sekolah dasar, saya mendapatkan pengalaman baru untuk mengikuti lomba FLSSN untuk mewakili sekolah pertama kalinya di tingkat Kota Denpasar. Karena waktu yang sangat singkat, saya dan teman-teman hanya dapat berlatih kurang dari satu bulan. Namun, saya dan teman-teman bersemangat untuk mengikuti lomba tersebut. Perlombaan tersebut berjalan dengan lancar, akan tetapi kami belum beruntung dalam kegiatan lomba tersebut. Peserta lomba dari sekolah lain sangat menampilkan gerakan tarian yang unik dan memanjakan mata. Selain mengikuti lomba FLSSN, saat kelas III saya mendapatkan kesempatan lagi dalam acara perpisahan dan pelepasan kakak kelas VI berikutnya. Ini kali ketiga saya mendapat kesempatan untuk mengisi acara tersebut di sekolah, dan harapan saya semoga untuk seterusnya saya bisa mendapatkan kesempatan tersebut.
Masih banyak lagi pengalaman menarik yang saya miliki yang mungkin tidak bisa saya jabarkan satu-persatu di sini. Salah satu pengalaman yang belum lama ini saya lalui adalah menarik kolosal dalam acara Pedungan Festival tahun 2024. Di mana dalam acara tersebut melibatkan banyak penari, di dalamnya kurang lebih terdapat 50 lebih penari yang berada dalam satu panggung.
Sekarang saya sudah duduk di kelas IV sekolah dasar dan saya masih aktif dalam menari. Dalam waktu dekat ini lebih tepatnya pada tanggal 21 September 2024, saya akan mengikuti lomba Legong Keraton dalam Festival Legong Keraton yang akan diadakan setiap 1 tahun sekali. Semoga saat perlombaan nanti dapat berjalan dengan lancar dan saya harap mendapatkan bonus sebagai juara. Dan saya pun akan berusaha dan berlatih semaksimal mungkin. Sekian cerita tentang hobi dan beberapa pengalaman yang saya miliki, semoga dapat menginspirasi teman-teman yang juga memiliki hobi menari.